Entri Populer

Kamis, 06 Januari 2011

Tuhan Aku Marah..

Tuhan, aku marah..
Melihat keacuhan yang kian meraja, melihat keangkuhan yang jadi buaian tiap insan. Inikah ketidakpedulian? Yang tak lagi pedulikan kasih sayang?
Lihat di sana, di sudut senja dengan semburat jingga. Kanak-kanak mengais nasi basi dari gundukan, lalu di sana suara pengamen jalanan yang menggelegar, lagu sunyi untuk hati yang mendengar kesedihan..
Lalu ketika matahari telah sembunyi mengantarkan bulan yang menggantikan diri, di bawah langit tempat-Mu berdiri orang orang mendekap kaki tanpa selimut melingkupi, desah angin menyingkap sampai ke pori, berlindung di bawah tiang jembatan.
Siapa yang peduli??
Tuhan, aku marah..
Ketika mendengar mereka bicara tentang belas kasih, ketika mereka menyanyikan senandung bantuan yang menumbuhkan harapan, yang ternyata hanya kiasan dalam bibir tajamnya..
Lihat di sana hamburan uang tanpa makna, keliling dunia dalam bencana.
Lalu di sudut lainnya foya-foya menjadi raja, semua terbuang cuma-cuma.
Dan lihatlah tangan mereka yang terkunci saat melihat derita namun terbuka kala pesta
Adilkah Tuhan??
Kami tak pernah meminta terlahir dari rahim siapa, kami tak pernah menuntut harus punya keluarga seperti apa. Miskin, kaya? Semua takkan beda kalau kita peduli sesama..
Tuhan aku marah.. Bukan kepada-Mu tapi kepadanya yang terlahir dengan hati seperti besi
kepadanya yang nuraninya terbakar api ambisi yang hidupnya saling mengejar kekayaan. Yang tak punya kepedulian.
Tuhan dengarkan amarahku sampaikan pada mereka agar sedikit saja membuka jendela, memperhatikan luka di sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar