Din.. Din.. Diiin.. Sebuah mobil hampir menabrak diriku tapi aku diam saja. Kudengar ia lewat dan memakiku. Kuacuhkan. Bagiku kini hidup hanyalah sepenggal kisah, aku tak peduli tak juga mau tahu akir dari kisah hidupku. Bila bahagia itu merupakan bingkisan di ujung ajal, bila menyedihkan, ku anggap itu hanya sebagian tawa yg ku tunda dan ku ganti dengan air mata.
***
Pagi itu aku melihat guratan merah dikening Reno. Air mataku menetes.. Aku tau ajal kini mengintai Reno, seseorang yang amat ku kasihi.
***
Aku mengalami kelainan pada masa kehamilan dirahim ibuku, ibu mengandungku selama 20 bulan. Dan mungkin itulah sebabnya kini aku memiliki kelainan memandang. Aku bisa melihat apa yang akan terjadi pada seseorang ketika aku melihatnya.
Orang akan dengan segera meninggal ketika terdapat garis merah dikening nya.
Ketika ketika hidung menghembuskan nafas hitam maka ia akan meninggal karna kecelakaan.
Lalu ketika matanya berwarna merah ia akan meninggal karna sakit parah.
Itulah tanda tanda kematian yang dapat kulihat. Aku yakin bahwa diantara kalian tak ada yang bisa melihatnya, tapi percayalah setiap manusia memiliki tanda tanda itu menjelang kematiannya.
Orang akan dengan segera meninggal ketika terdapat garis merah dikening nya.
Ketika ketika hidung menghembuskan nafas hitam maka ia akan meninggal karna kecelakaan.
Lalu ketika matanya berwarna merah ia akan meninggal karna sakit parah.
Itulah tanda tanda kematian yang dapat kulihat. Aku yakin bahwa diantara kalian tak ada yang bisa melihatnya, tapi percayalah setiap manusia memiliki tanda tanda itu menjelang kematiannya.
***
Pagi itu ku lihat hembusan asap hitam di hidung Ibu. Aku cemas. Ku tahan Ibu semampu ku untuk tidak keluar rumah. Aku memang tak bisa mengatakan pada ibu apa yang akan terjadi padanya. Aku menangis, dan ku yakin ibu tak akan tega meninggalkanku dalam kondisi seperti ini. Benar. Ibu tidak jadi pergi ke pasar. Ia menemaniku duduk di teras rumah. Tanpa ku sadari ketika aku berjalan masuk hendak mengambilkan ibu minum, sebuah bus menabrak rumah ku, dan ibu, ia meninggal.
Begitu pula dengan kematian kakak ku,ayahku, semua tak mampu ku cegah.
Tahukah kalian bagaimana perasaan dan sakitnya hati kalian jika bisa melihat tanda kematian dan tak bisa menyelamatkan orang yang kalian cintai? Ya.. Rasanya seperti pembunuh.Begitu pula dengan kematian kakak ku,ayahku, semua tak mampu ku cegah.
***
Aku berlari menghampiri Reno kukatakan sesuatu akan terjadi padanya hari ini. Aku mengatakan bahwa ada tanda kematian dikeningnya. Dan saat itu Reno tak pernah mempercayaiku, ia hanya mengganggapku bergurau.
Lalu aku berdoa, ku katakan pada Tuhan jika aku rela menukar apa pun yang aku miliki demi kehidupan Reno. Sepertinya Tuhan mengabulkannya. Kulihat perlahan garis merah dikening Reno memudar.
Aku lalu meloncat dan berteriak karna amat bahagia, tapi tiba tiba suaraku tercekat, mendadak aku jadi bisu.
Lalu aku berdoa, ku katakan pada Tuhan jika aku rela menukar apa pun yang aku miliki demi kehidupan Reno. Sepertinya Tuhan mengabulkannya. Kulihat perlahan garis merah dikening Reno memudar.
Aku lalu meloncat dan berteriak karna amat bahagia, tapi tiba tiba suaraku tercekat, mendadak aku jadi bisu.
***
Beberapa minggu setelah Reno tahu aku bisu permanent ia meninggalkan ku. aku tak bisa mengeluarkan suara apapun. Sepertinya Tuhan mengambil suaraku untuk hidup Reno yang ku mohonkan.
***
Sejak kematian keluargaku dan aku tak bisa mencegah semuanya. Meskipun aku telah memohon pada Tuhan untuk mengambil semua yang aku miliki atau bahkan menukar dengan nyawaku, dan Tuhan tetap tak mengabulkan doaku.
Kuputuskan ku butakan saja mataku, dengan meneteskan lem perekat di kedua mataku.Aku bahagia, meskipun aku tak mampu melihat tanda kematianku sendiri, tapi aku tak lagi dipenuhi rasa bersalah karna tak bisa menyelamatkan orang orang yang ku kasih. Biarlah kematian menjadi rahasia Tuhan selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar