“Tuhan… aku hanya ingin mengadu tentang kerisauanku, bukan memohon Kau ubah takdirku.
Tuhan… aku percaya semua ketentuan-Mu adalah jalan terbaik untukku, dan aku tak akan pernah berhenti bersyukur atas apa yang telah Engkau tetapkan sebagai takdirku.
Biarkan aku mengadu hanya kepadaMu.… Biarkan air mata ini tertumpah hanya dihadapan-Mu.”
***
Tria baru berusia 19 tahun ketika Dokter menvonisnya dengan penyakit hepatitis B. Semua berawal dari diadakan pemeriksaan darah di kampusnya. Tak ada tanda-tanda sebelumnya. Tak nampak gejala-gejala atau hal aneh pada dirinya. Hingga di suatu sore, Dokter memberi tahu hasil pemeriksaan darah yang dilakukan seminggu sebelumnya.
Sungguh ini merupakan tamparan terdasyat dalam hidup Tria. Bagai tersambar petir ratusan kali dan ia dihidupkan kembali. Hingga sisa-sisa pedih dan perih masih nyata dirasakannya. Namun apa yang dialaminya tak membuatnya putus asa. Ia selalu mencoba tegar. Meskipun terkadang ia tak mampu menahan kelopaknya untuk terjatuh ketika angin menerpanya.
Bertahan diantara amukan badai memang tak mudah
Tapi berlindung di tangan Tuhan
membuat segalanya menjadi mudah
Apa yang menimpanya membuat Tria belajar banyak hal. Tentang hidup dan rasa terimakasih... tentang cinta dan ketulusan... tentang kasih sayang dan pengorbanan. Ia percaya bahwa ketika Tuhan telah berkehendak atas takdir manusia, maka itulah sebaik baiknya takdir kehidupan yang harus ia jalani. Bahwa ketikaTuhan menguji umat-Nya maka itulah bukti kasih Tuhan kepada hamba-hamba-Nya. Peringatan bahwa kehidupan manusia semua akan terjadi bila Dia berkehendak.
Tuhan adalah takdir
Kehendak manusia hanyalah doa
Dan Tuhan selelu menyalakan harapan
Untuk jiwa-jiwa yang percaya akan keajaiban-Nya
Untuk jiwa-jiwa yang percaya akan keajaiban-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar